Drama ini memang sudah berakhir di Korea sana. Dvd b*j*k*nnya pun (Hehe) sudah merebak luas dimana-mana.
Denger-denger, pihak produksi drama ini mengumumkan bahwa mereka akan menerbitkan baik tips / teknik yang berisi panduan metode belajar yang diterapkan Hwang Baek Hyun (Yoo Seung Ho) dan yang lainnya dalam drama ini. Buku ini juga akan menguak pembelajaran yang sesuai dengan sistem pendidikan Korea dan tips-tips untuk memberikan teknik yang akan menghasilkan dampak yang baik dalam belajar. Bahkan, para orangtua di Korea banyak yang menyuruh anak-anak mereka untuk menonton drama ini, karena drama yang di adaptasi dari Manga Jepang, Dragon Zakura ini berbeda dengan yang lainnya.. Ya, drama ini emang bagus untuk meningkatkan motivasi belajar kita. Semoga buku ini di impor ke Indonesia,, hehe.. Oia, semoga Ind*siar bakalan berbaik hati untuk nayangin drama ini secepatnya..

Credit: Dramabeans 

date Sunday, March 7, 2010



wUahh,, Cocok ga?! Hehehe..
Source: My Daily
Credit: Dramabeans

date Wednesday, March 3, 2010


Title: 로드 넘버원 / Road No. 1 / Road Number One
Genre: Action (War)
Episodes: 16 
Broadcast Network: MBC 
Broadcast period: 2010-Jun to TBA 
Air time: Wednesday & Thursday 21:55

Untuk sementara ini, Pemain utama yang bermain dalam drama yang akan tayang di bulan Juni ini, yaitu:
- So Ji Sub sbg Lee Jang Woo 
- Kim Ha Neul as Kim Soo Yun 
- Yoon Kye Sang as Shin Tae Ho 

Behind The Scene:
Foto diatas menunjukkan salah satu skala terbesar adegan drama yang muncul di Episode 14, di mana Soo Ji Sub dan dan Yoon Kye Sang menjadi pasukan dan mengalahkan tentara AS bersama-sama ketika mereka dibombardir oleh tembakan musuh.
Drama yang disiapkan dengan anggaran 13 billion won dan diatur di tengah-tengah pecahnya perang pada tanggal 25 Juni 1950. Setting (tempat) drama ini ditempatkan di dataran yang luas di daerah Pyeongchang, Gangwon-do sekitar 1,6 hektar. Drama ini juga akan menggunakan banyak dinamit seperti benar-benar dalam keadaan perang yang sesungguhnya.

Source: TV Daily, Osen
Credit: Dramawiki, Dramabeans

date


Seok Ho pergi ke sebuah tempat dimana terlihat banyak anak kecil berhamburan keluar sambil menangis karena terkena hukuman oleh seorang pria tua yang disebut oleh Seok Ho sebagai Sesongnim (Guru).

Sementara di sekolah Byung Moon, para Guru mengadu pada Kepsek Ma Ri bahwa anak-anak kelas khusus tidak berbeda dengan anak kelas lain. Bukannya belajar tetapi mereka semua malah mengulang pelajaran sendiri.

Di kelas khusus, siswa nakal di kelas mereka sebelumnya mengejek kelima siswa tersebut khususnya Pul Ip dan Bong Goo. Pul Ip begitu dikenal sering menolong Bong Goo dikelasnya. Baek hyun tidak tahan lagi, ia lompat ke atas meja dan menendang para siswa nakal tersebut sampai terjatuh. Di saat yang sama, Kepsek Ma Ri bersama para Guru melihat kejadian itu dengan jelas. Mereka marah pada Baek Hyun. Malahan salah seorang Guru hampir memukul wajah laki-laki itu. Di dalam kelas tersebut, Kepsek Ma Ri mengintrogasi hal apa yang terjadi di kelas khusus. Mereka begitu terkejut melihat kelima siswa itu sedang mengerjakan Soal-soal latihan pelajaran Matematika kelas 4, 5, dan 6 Sekolah Dasar. Guru Soo Jung menjelaskan bahwa sebelumnya sudah dilakukan tes pelajaran Matematika kepada mereka namun hasilnya tidak bagus. Maka itu mereka semua harus mengerjakan soal-soal latihan di bubu-buku itu sampai hari ini.

Seok Ho meminta mantan Guru Matematikanya itu untuk mengajar siswa yang akan masuk Universitas Namun Gurunya menolak. Seok Ho tidak banyak memaksa. Ia memberitahu Guru Soo Jung agar para siswa tidak pulang sebelum menyelesaikan soal-soal latihan itu sampai selesai. Guru Soo Jung panik.
Ternyata Seok Ho mencari cara lain untuk meluluhkan hati sang Guru. Ia mengambil buku-buku pelajarannya saat masih menjadi murid Gurunya itu. Malam itu Seok Ho kembali ke rumah Gurunya untuk memnta bantuan lagi dengan memberitahukan buku-buku pelajaran yang masih disimpannya itu. Gurunya masih tetap menolak. Seok Ho tetap memaksa dan meminta dengan sangat. Ia mengambil album berisi berita tentang seorang anak nakal yang berhasil masuk Universitas bahkan sampai akhirnya menjadi seorang Dokter. Ia juga setuju mengenai metode pembelajaran dari sang Guru sejak dahulu. Akhirnya Guru itu menerima tawaran Seok Ho.

Dikelas khusus, Seok Ho memperkenalkan Guru baru kepada Kepsek Ma Ri, para Guru dan kelima siswa kelas itu. Semua terkejut dengan penampilan eksentrik dari Guru tersebut. “Ini Guru Cha Ki Bong, ia akan mengajar di kelas khusus.” Didalam kelas, Guru Cha memandang rendah hasil nilai tes Matematika yang diberikan Seok Ho dan membuangnya satu persatu.
Ia mengambil soal-soal latihan yang berdebu dan menyuruh para siswa mengerjakan 100 soal selama 10 menit. Baek Hyun mengeluh, namun Guru Cha tidak peduli dengan keluhan itu. Selesai tes, Guru Cha kecewa dengan hasil nilai mereka yang sangat parah jeleknya. Guru Cha mencoba cara lain agar mereka terbiasa dengan Matematika dasar. “Matematika adalah permainan!” kata Guru Cha. Baek Hyun bergumam, “Sepertinya itu asyik.” Guru Cha menanggapinya, “Mengapa –x–=+ ??” Baek Hyun gelagapan (Hehe..) Lalu Guru Cha menyuruh semuanya tak terkecuali Guru Soo Jung dan Seok Ho untuk berpose seperti saat bermain bola ping-pong, “Matematika bukan dikerjakan dengan kepala tetapi tubuh!” Dalam pembayangannya, Para siswa saling melempar dan menjawab soal.

Permainan dimulai dengan melempar bola ping-pong, yaitu si penanya soal. Dan yang menerima pukulan bola ping-pong tersebut, ialah si penjawab soal. Dengan begitu, para siswa akan lebih terbiasa menjawab soal matematika secara cepat dan spontan. Setelah itu, Guru Cha menyemangati mereka, “Matematika adalah Cepat! Otomatis! Mekanis!” Para siswa mengikutinya.

Di ruang Guru, Seok Ho mengatakan bahwa Guru-Guru Byung Moon harus melakukan tes kemampuan dalam mengajar selama 3 hari. Jelas mereka menolak rencana Seok Ho. Namun Seok Ho melakukannya demi Byung Moon sebagai pengacara disana, agar para Guru dapat mengajar siswa-siswinya dengan baik dan tegas, tidak seperti biasanya.

Seok Ho memasuki kelas khusus. Mengumumkan pada Baek Hyun dan yang lainnya untuk mengikuti kamp pelatihan selama 10 hari di sekolah karena masalah nilai mereka yang tidak bagus khususnya pelajaran Matematika. Mereka harus makan, mandi, dan tidur di sekolah tanpa ada yang pulang ke rumah masing-masing. Ia menyuruh para siswa untuk pulang ke rumah dan kembali ke sekolah pada jam 7 malam. Tak lupa, Seok Ho mengingatkan pada mereka bahwa dirinya tidak perlu dipanggil Guru, ia hanyalah pelatih mereka untuk masuk Chun Ha. “Terserah kalian mau memanggilku apa.” Kata Seok Ho.

Semua siswa pulang ke rumahnya. Salah satunya Chan Doo yang langsung dikejutkan dengan pernyataan Ayahnya bahwa dirinya harus ikut pindah ke Amerika (Termasuk sekolah) dan harus memberhentikan aktivitas sekolahnya di Byung Moon. Chan Doo menolak, namun sang Ayah tetap bersikeras dengan keputusannya itu (Perasaan kalo film Korea itu kebanyakan pulang/pergi Amerika melulu. Hehe).

Kembali ke sekolah, Seok Ho memberikan buku catatan untuk para siswa dalam kegiatan sehari-harinya, Guru Soo Jung yang akan selalu mengecek buku-buku catatan itu. Ia juga memberikan soal Matematika dari Guru Cha sebanyak 1000 soal sebelum tidur. Hyun Jung berkomentar, “Ahjussi (Paman), itu terlalu banyak..” Semua terdiam... “Bukankah kau yang mengatakan agar kami memanggilmu dengan sebutan apa saja?” Tanya Hyun Jung. Guru Soo Jung tertawa. Tiba-tiba Pul Ip berbicara, “Oh Bong Goo belum datang.”
Ternyata Bong Goo terjebak dalam keramaian pengunjung di restorannya. Lalu Seok Ho datang menjemput. Ia memberitahukan pada orangtua Bong Goo bahwa anaknya itu masuk kelas khusus untuk masuk Universitas Chun Ha. Ibunya berkomentar, “Apa maksudmu Chun Ha? Kami tidak mengharapkan apapun dari Bong Goo. Apakah harus kuliah? Ia bahagia, itu masalahnya.” Seok Ho bertanya, “Bagaimana kau tahu kalau Bong Goo bahagia?” Ibunya menjawab, “Ia senang saat makan iga. Benarkan, Bong Goo?? (wkwkwk..) Lalu Seok Ho mengeluarkan buku pelajaran dari dalam tas Bong Goo. Ia mengatakan pada orangtua Bong Goo bahwa Bong Goo rajin belajar tetapi memang tidak mendapatkan peringkat. Oleh sebab itu, ia meminta izin untuk mengembangkan masa depan Bong Goo mulai sekarang. Orang tuanya setuju. Seok Ho berkata, “Oh Bong Goo, ini kesempatan terakhirmu. Tahun depan kau bisa membantu orang tuamu. Tapi, sekarang kau harus belajar.”

Malam itu, seluruh siswa dengan Guru Soo Jung tidur bersama dalam satu ruangan. Hanya tergantung beberapa kain saja untuk memisahkan tempat laki-laki dan perempuan. Dalam sepinya malam, Baek Hyun berjalan di lingkungan sekolah karena tidak bisa tidur. Di saat yang sama ia melihat Pul Ip yang sedang duduk menyendiri sambil mendengarkan lagu.

Baek Hyun: “Ku pikir kau sudah tidur.”
Pul Ip: “Aku tidak bisa tidur. Mungkin karena tempatnya terlalu asing bagiku.”
Baek Hyun: “Kau mengkhawatirkan sesuatu?”
Pul Ip: “Aku hanya berpikir apakah masuk kelas ini adalah keputusan yang benar. Aku tidak yakin.”
Baek Hyun: “Aku pikir itu tidak benar.. Kita dipermainkan oleh Kang Seok Ho.”
Pul Ip: “Jika begitu, mengapa kau ikut bergabung?”
Baek Hyun: “Aku tidak yakin. Ada yang membuatku penasaran..”
Lalu Baek Hyun merebut Mp3 dari tangan gadis itu. Sambil tertawa, Baek Hyun mengatakan bahwa Pul Ip memiliki selera musik yang aneh. Pul Ip ikut tertawa dan meminta Mp3-nya dikembalikan.

Tiba-tiba Hyun Jung datang dan bertanya mereka sedang apa. Pul Ip langsung berdiri karena takut Hyun Jung salah paham pada mereka. Ia menjelaskan bahwa dirinya hanya mencari udara. Dengan cepat Pul Ip mengambil Mp3-nya dari tangan Baek Hyun dan pergi meninggalkan Hyun Jung berdua dengan laki-laki itu.
Hyun Jung: “Kau mau kemana?”
Bae Hyun: “Ayo tidur.”
Hyun Jung: “ Mengapa kau malah menyuruh tidur saat aku keluar kesini?”
Lalu Baek Hyun menyelimuti Hyun Jung dengan jaket yang dikenakannya sambil mengatakan, “Nanti kau sakit. Ayo masuk dan tidur.” Hyun Jung menggandeng tangan Baek Hyun sambil tersenyum. Dilihat juga oleh Pul Ip dari kejauhan.

Pagi-pagi (Malam menjelang pagi) Seok Ho menyetel musik keras dan memukul-mukulkan panci (?) untuk membangunkan para siswa dan Guru Soo Jung untuk berolahraga dengan lari 3 putaran di lapangan sekolah. Saat dikelas, Seok Ho menunjukkan diagram jadwal kelima siswa tersebut selama 10 hari di kamp pelatihan. Mereka harus bangun tidur jam 5. Selain waktu tidur, mandi, dan makan, semua siswa akan belajar selama 16 jam perhari. Seok Ho juga mengingatkan agar semuanya (Kalau bisa) menyisipkan kegiatan belajar saat makan maupun saat menyikat gigi (wkwkwk,, Kejam!).

Hari itu kepsek Ma Ri akan menggantikan posisi Guru Soo Jung sebagai wali kelas di kelas Baek Hyun yang sebelumnya. Karena Guru Soo Jung akan menjadi Guru tetap di kelas khusus. Guru Soo Jung tidak senang bukan karena posisinya yang digantikan oleh wanita itu melainkan penampilannya yang kelewat seksi, membuat Guru Soo Jung menjadi iri (wkwk).
Sementara di kelas khusus, pada jam pelajaran Guru Cha, para siswa diperintahkan mengerjakan tes Matematika secara berulang-ulang namun hasilnya tetap tidak bagus. Belum lagi masalah posisi duduk dan cara memegang pensil yang benar (Bermalas-malasan), Guru Cha selalu selalu marah-marah dan membuat mereka kesal.
Baek Hyun: “Apa yang kau mau dari kami? Dari pagi kami terus mengerjakan soal-soal. Kau pikir kami ini kalkulator?!”
Guru Cha: “Tepat sekali. Cepat! Otomatis! Mekanis untuk menjawabnya!
Baek Hyun: “Hentikan! Kami bisa gila!”
Guru Cha: (Mendekatkan wajahnya pada Baek Hyun) “Karena kau hidup seperti itu, itulah yang membuatmu idiot. Nilai 99 sama saja dengan 0. Nilai sempurna jika tidak sempurna ya tidak bagus!”
Baek Hyun tidak peduli. Ia bangun dari kursinya karena emosi. Seok Ho bertindak. Ia mengingatkan Baek Hyun untuk tidak bersikap keras seperti itu. Tiba-tiba Ayah Chan Doo beserta polisi datang memanggil Seok Ho mengenai masalah penipuan yang dilakukan oleh Seok Ho (Dengan mengadakan kelas khusus Chun Ha).
Lalu Chan Doo berdiri dan membereskan alat tulisnya. Ia mengatakan bahwa dirinya akan ikut sang Ayah ke Amerika. Semua yang dikelas terkejut dengan ucapannya itu. Seok Ho mengatakan, “Hong Chan Doo, duduk! Siapa bilang kau boleh pergi? Saat kau masuk kelas khusus kau hanya boleh mengikuti perintahku. Kau lupa itu? Dengarkan aku.. Hingga kalian diterima di Chun Ha, kalian tidak boleh meninggalkan kelas ini. Kalian mengerti??”

date Tuesday, March 2, 2010

 
Kemarahan Seok Ho mencapai puncaknya. Tak peduli mau tidak mau para siswa harus ada yang memasuki Universitas Chun Ha. Baek Hyun kesal dan mengatakan, “Banyak siswa Byung Moon yang sehabis pulang sekolah bekerja mencari nafkah untuk keluarganya yang tinggal dirumah. Bagi yang memiliki orang tua, kebanyakan dari mereka bekerja dan hanya melihat anak-anaknya saat tidur. Banyak siswa yang bermasalah. Kau menyuruh anak-anak ini masuk Chun Ha? Apa kau bertaruh dengan seseorang? Dimana kau sembunyikan kameranya, hah??”
Seok Ho muak dengan pernyataan Baek Hyun, “Kau, sampah kotor! Kau hanya mengikuti peraturan yang dibuat orang lain. Kalian sekelompok orang yang bodoh!” Baek Hyun tambah kesal. Ia tak segan melemparkan bola basket itu lagi tepat mengenai kaca jendela sehingga membuat jendela itu pecah. Kejadian itu membuat seluruh siswa Byung Moon bersorak gembira dengan meneriakan nama Baek Hyun berulang kali.

Sementara itu, guru-guru marah pada Kepala sekolah Ma Ri karena begitu gampangnya menyewa pengacara sedangkan sekolah pun sudah hampir bangkrut. Namun, kepsek meminta untuk memberikan Seok Ho kesempatan selama 3 hari kedepan untuk rencananya itu. Tiba-tiba Seok Ho datang, mengatakan bahwa kelas yang akan dipakai untuk kelas khusus terkunci. Semua guru menolak membantu Seok Ho. Jadilah Guru Soo Jung yang tidak ada jam mengajar saat itu membantu Seok Ho membuka pintu untuk kelas khusus. Seok Ho memulai bersih-bersih dengan merapikan meja dan kursi. Sementara Guru Soo Jung yang awalnya tidak ingin membantu Seok Ho pun akhirnya ikut membantu sambil memberikan laki-laki itu masker agar terhindar dari debu.

Dalam jam pelajaran, seperti biasa para siswa tidak memperhatikan sang guru dalam mengajar. Tak terkecuali Chan Doo yang sedang menonton dance di Hp-nya, Bong Goo yang sibuk melawan rasa kantuknya, Pul Ip yang memikirkan perkataan Seok Ho mengenai perubahan hidup yang tentu akan terjadi bila masuk Chun Ha, Hyun Jung yang sibuk menggambar wajah Baek Hyun, dan Baek Hyun pun sibuk memikirkan tempat tinggal untuk dirinya dan sang nenek setelah benar-benar diusir. Di saat itu, Baek Hyun mendapat sms dari bos tempatnya bekerja untuk ikut membantunya sekarang (Siang=Jam sibuk) dengan iming-iming uang tambahan. Baek Hyun tentu setuju. Ia bergegas bangun dari kursinya dan pergi tanpa izin dari Guru yang sedang mengajar yang juga tiba-tiba menyapanya, “Baek Hyun, kau mau kemana?” Tanpa basa-basi Baek Hyun berkata, “Chongsohamnida! (Maafkan aku).”

Di koridor bertemu dengan Guru Soo Jung, Baek Hyun berbohong dengan mengatak bahwa sekarang Neneknya sedang sakit. Ia harus segera pulang. Guru Soo Jung mengizinkannya. Namun Seok Ho (baru datang) tidak percaya dengan penjelasan Guru Soo Jung. Ia berkata, “Nenek mana di dunia ini yang menyuruh cucunya meninggalkan sekolah untuk datang menjaganya..” Guru Soo Jung berfikir. Ia dan Seok Ho bertanya mengenai Baek Hyun pada Chan Doo. Chan Doo berkata jujur, mengatakan bahwa Baek Hyun sering bolos untuk bekerja pada waktu jam makan siang demi mendapatkan bayaran lebih. Guru Soo Jung sedih, ia tidak tahu-menahu bahwa siswa dikelasnya bolos demi menghabiskan waktunya untuk bekerja.

Hari itu Seok Ho memasang pengumuman untuk masuk Chun Ha. Para siswa terkejut sambil melontarkan komentar-komentarnya pada Seok Ho, “Aku tidak merasa ini Universitas Chun Ha yang itu. Semua kembali mengejek, namun Seok Ho tetaplah Seok Ho yang percaya diri. Ia percaya pasti akan ada siswa yang masuk Chun Ha. Tiba-tiba matanya tertuju pada kelas Baek Hyun. Dilihatnya, ada Bong Goo yang sedang di ejek oleh kedua teman sekelasnya. Seok Ho datang saat kedua siswa itu pergi dan bertanya, “Apa kau bahagia berpura-pura menjadi orang yang baik hanya untuk membuatmu bahagia? Musuhmu bukanlah mereka. Inilah musuhmu!! (Menunjukkan buku Bong Goo yang banyak tercoret dengan stabilo). Kau sudah banyak melawan mereka. Datang dan berjuanglah dengan gigih!”

Sementara itu, Guru Soo Jung terengah-engah mengejar para siswa yang tidak mau mengulang pelajaran. Melihat Seok Ho berjalan disampingnya, Guru Soo Jung mengejek, “Aku bertanya pada siswa dikelasku tetapi tidak ada yang ingin bergabung dikelas khusus. Itupun sama dengan kelas lainnya.” Seok Ho menanggapi dengan santai, “Benarkah? Aku akan menemuimu besok.”

Ditempatnya bekerja, Nenek menelepon Baek Hyun yang sedang bekerja. Nenek mengatakan bahwa dirinya sangat senang bahwa cucunya masuk dalam kelas khusus untuk masuk Chun Ha. Baek Hyun tertegun, “Siapa yang mengatakannya?” Nenek menjawab, “Guru barumu. Kang……. Kang…….” “Kang Seok Ho???” Baek Hyun meneruskan. Ternyata hari itu Seok Ho datang ketempat Nenek Baek Hyun bekerja. Lalu ia yg meneruskan pembicaraan dengan Baek Hyun, “Sebagai guru barumu, sudah menjadi tugasku untuk datang mengunjungi Nenekmu.” Baek Hyun kesal, belum selesai mengungkapkan rasa marahnya namun Seok Ho menutup teleponnya terlebih dulu.
Nenek Baek Hyun juga menceritakan masalah kepindahannya pada Seok Ho atas rumahnya yang harus segera dikosongkan. Seok Ho bersimpati dan mencoba mencarikan rumah untuk mereka. Hal itu juga menjadi kesempatan bagi Seok Ho untuk meminta Baek Hyun bergabung dalam kelas khusus.
Di restorannya, Bong Goo membantu orangtuanya melayani pengunjung yang datang. Padahal sebelumnya Bong Goo berniat untuk belajar di hari itu. Saat itu juga, keluarga teman lamanya Bong Goo datang dan mengatakan bahwa mereka datang untuk merayakan hasil ujian (Teman Bong Goo) yang memuaskan. Ibu Bong Goo berkomentar, “Aku tidak tahu sekolah ByungMoon memiliki siswa yang pandai.” Teman Bong Goo bingung, “Aku tidak sekolah di Byung Moon.” Ibunya (Teman Bong Goo) ikut menjelaskan bahwa anaknya tidak bersekolah di sekolah regular, namun bersekola di sekolah terkenal. Mengenai sekolah Bong Goo, keluarga temannya itu begitu terkejut begitu Ayah Bong Goo mengatakan bahwa Bong Goo bersekolah di Byung Moon (Ada-ada aja.. Hehe..).

Esoknya, Hyun Jung kelabakan lantaran Baek Hyun tidak mengangkat teleponnya. Dengan cara lain, Hyun Jung meminta Pul Ip untuk menelepon Baek Hyun dengan Hp-nya. Tak disangka-sangka, Baek Hyun mengangkat telepon dari Pul Ip bahkan menanyakan kabar gadis itu. Hyun Jung mendadak cemburu sementara Pul Ip begitu terkejut dan langsung memberikan Hp-nya pada Hyun Jung. Namun apa daya, Baek Hyun berbohong pada Hyun Jung bahwa ia sedang mengendarai motornya demi menghindar dari berbagai pertanyaan gadis itu.
Kembali ke tempatnya bekerja, Baek hyun meilihat Seok Ho yang lahap memakan Mie disana. Begitu mengambil pesanan Mie untuk kembali diantarnya, Seok Ho mengikuti Baek Hyun dan menanyakan masalah di telepon tadi siang. Baek Hyun tidak peduli dengan laki-laki itu sambil bergegas mengendarai motornya.

Pulang ke rumah, Pul Ip disambut dengan isak tangis Ibunya. Ia bertanya, “Apa istri dari paman itu datang lagi?” Sang Ibu mengiyakannya. Perlahan Pul Ip menangis melihat tingkah laku Ibunya. Mabuk-mabukkan, disangka perebut suami orang, dsb. Belum lagi ia melihat wajah Ibunya yang terluka. Pul Ip menangis sambil merapikan sepatu Ibunya. Tiba-tiba, Seok Ho datang. Mencoba meyakini Pul Ip kembali untuk bergabung dalam kelas khusus. Pul Ip masih menolak, namun Seok Ho masih berusaha meyakinkan Pul Ip untuk mengubah sesuatu yang diselipkannya dibawah kaleng minuman Pul Ip.. Yaitu sobekan kertas ulangan Pul Ip yang bernilai 25 itu.

Esoknya, pagi-pagi Nenek sudah siap untuk berangkat kerja. Tidak lupa ia meminta Baek Hyun untuk membawa bekal yang sudah disiapkannya ke sekolah. Awalnya Baek Hyun menolak. Namun sang Nenek tetaap memaksa karena kelas khusus itu diadakan sampai malam hari. Baek Hyun bingung, toh dirinya tidak mau ikut dalam kelas khusus tersebut tetapi Nenek sudah sangat memperhatikannya seperti biasa.

Di sekolah, Guru Soo Jung datang menemui Seok Ho yang sedang mengecat dinding ruangan untuk kelas khusus. Ia masih sangat meragukan kemampuan Seok Ho menarik 5 siswa untuk bergabung di kelas khusus tersebut. Dengan rasa percaya dirinya yang tinggi, Seok Ho mengajak Guru Soo Jung bertaruh, “Jika aku mendapatkan 5 siswa itu, kau dan aku harus menjadi asisten guru privat kelas ini.” Guru Soo Jung tidak setuju, “Sirheo!!” Tetapi, setelah dipikir jika dirinyalah yang menang, Guru Soo Jung mengiyakannya juga.

Dalam pelajaran Guru Soo Jung, lagi-lagi Baek Hyun tidak ada di kelas. Ternyata hari itu Baek Hyun sibuk bekerja di bengkel. Saat jam makan siang, Baek Hyun izin keluar dari bengkel. Sambil duduk di taman, Baek Hyun membuka bekal dari Neneknya dan menemukan sepucuk surat.
Isi Suratnya: “Untuk cucuku, BaekHyun.. Jika Ibumu masih hidup, ia akan membuatkan makan siang yang lebih baik untukmu. Mianhaeyo! Makanan adalah obat untuk tubuhmu. Kau harus makan makanan yang baik untuk menjaga kesehatan tubuhmu. Jadi, makanlah semuanya. Cucuku,, Saranghamnida!!”
Baek Hyun membaca surat itu sambil menangis. Terlebih saat memakan bekal itu. Baek Hyun tak tahan lagi menahan air matanya (Ciee bahasanya. Wkwk). Lalu, surat itu terbang menjauh dari Baek Hyun. (Disini ada scene masa kecil Baek Hyun) Saat itu, Baek Hyun yang masih duduk di bangku sekolah dasar selalu di dampingi sang Nenek. Entah di sekolah, saat makan bahkan saat mengerjakan PR-nya (Sebenernya Baek Hyun itu anak yang pinter). Ia mencoba mengambil surat yang pada akhirnya jatuh mengenai air dan mencoba menggapai-gapai surat itu sampai didapatnya.
Tidak lama, Seok Ho menelepon memberitahukan Baek Hyun untuk segera menolong Neneknya. Baek Hyun sangat khawatir. Terlebih saat melihat sang Nenek sedang membawa gerobak berisi perabotan rumah mereka di jalan yang menanjak (Sediih…T_T). Baek Hyun ingin menolong Neneknya. Namun Seok Ho datang dan tidak membiarkan Nenek Baek Hyun tahu bahwa cucunya bolos sekolah demi berpakaian seperti itu (Baju dari bengkel). Seok Ho memberitahukan bahwa mereka harus pergi hari itu. Baek Hyun berkata, “Aku belum mendengar hal apapun tentang itu.” Seok Ho kembali menjelaskan, “Tentu saja tidak. Ia tidak tega berbagi kekhawatirannya padamu. Aku akan membantumu. Buanglah rasa gengsimu jauh-jauh. Pakailah ini! (Melempar pakaian untuk mengganti baju bengkelnya).
 Nenek terlalu lelah untuk membawa barang-barang mereka. Tiba-tiba Baek Hyun datang dan menolong Nenek dengan cepat. Ia membawa sang Nenek masuk ke dalam gerobak tersebut sehingga membuat Nenek bingung, “Ini terlalu berat untukmu.” Baek Hyun tidak peduli. Ia memutar balik gerobak tersebut dan mengatakan bahwa mereka tidak perlu pindah karena dirinya akan mengurus semuanya, sambil menangis lagi..

Guru Soo Jung masih belum dapat kabar apapun mengenai Baek Hyun. Ia sempat bertanya pada siswa-siswinya mengenai minatnya dengan kelas khusus. Namun, tidak satu orang pun merespon pertanyaan tersebut.
Pelajaran Guru selanjutnya, Pul Ip kembali bimbang. Ia berfikir ulang mengenai minatnya untuk bergabung dalam kelas khusus. Dengan percaya diri, Pul Ip bangun dari kursinya dan izin pergi dari Guru tersebut. Guru itu menolak Pul Ip untuk pergi karena ia tidak ingin rencana Seok Ho berhasil. Tetapi Pul Ip tidak peduli. Hal itu malah membuat Chan Doo dan Bong Goo mengikuti langkah Pul Ip dari belakang.

Hari ketiga untuk mengumpulkan para siswa, Seok Ho menunggu siswa yang mau bergabung di ruangan untuk kelas khusus tersebut. Jika dalam hitungan kurang dari 5 menit belum juga ada siswa yang datang, sesuai perjanjiannya Seok Ho harus segera pergi meninggalkan Byung Moon (Soalnya perjanjiannya jam 10 pagi). Dalam waktu singkat tersebut, Seok Ho sudah hampir hilang harapan. Saat beranjak dari tempat duduknya, Pul Ip beserta Chan Doo dan Bong Goo datang menemui Seok Ho sebagai tanda bahwa mereka siap masuk Chun Ha. Tiba-tiba kepsek Ma Ri beserta Guru lainnya datang dan menyindir Seok Ho, “Siswanya hanya 3?” Guru-guru tersenyum licik. Tanda bahwa mereka senang Seok Ho telah gagal. Namun semuanya salah besar.. di detik-detik terakhir menuju angka 10:00, Baek Hyun datang setelah berlari menuju sekolah.
Lalu disusul oleh Hyun Jung yang langsung menggandeng tangan Baek Hyun. Semua Guru terkejut tidak percaya. Kepsek Ma Ri kembali menyindir Seok Ho, “Masih ada perjanjian kedua. Untuk ujian bulan Juni, jika gagal kau harus pergi.”
Seok Ho kembali mengatakan janjinya pada Baek Hyun, ia sudah mengatasi masalah rumahnya. Baek Hyun berkata, “Aku tidak ada pilihan lain.” Seok Ho tidak peduli dengan jawaban Baek Hyun. Ia berdiri di depan kelas dan mengatakan agar semua belajar keras. Dengan begitu pasti akan masuk Universitas Chun Ha..

Episode 1

date