Utgo sipeoseo, geunyang haneun marinde
Geudaen wae ireohge, nae mameur molla, jeongmal
Dajim haetneunde, dasi saranghae michyeoseo
Jidokhage nae maeumeur, jwigo heundeuna bwayo
Geudae tteonan geu jari eseoseo, naneun ajik geudaeman bojyo
Neomu apeunde, eonje jjeum urin seoronami doelkka..

Gaseumi meomchujir anha, ibyeoreur malhagodo
Handongan sarang haetjanha, ajik kkaji geureondeushande
Apeumi gasijir anha, dasi myeocbeoneur chamabwado
Neo eoptneun haru haruga, neomu himideureo naege neoppuninde....

Mianhadan mar, jalgaran geumal
Geudaen wae ireohge, nae mameur apeugehanayo
Dajim haetneunde, dasi saranghae michyeoseo
Jidokhage nae maeumeur, jwigo heundeuna bwayo
Geudae tteonan geu jari eseoseo, naneun ajik geudaeman bojyo
Neomu apeunde, eonje jjeum urin seoronami doelkka..

Gaseumi meomchujir anha, ibyeoreur malhagodo
Handongan sarang haetjanha, ajik kkaji geureondeushande
Apeumi gasijir anha, dasi myeocbeoneur chamabwado
Neo eoptneun haru haruga, neomu himideureo naege neoppuninde,,

Ama geudaen, ama geudaeneun mollayo
Jogeumssi geudae gyeote seouneune, opseojindaneungeol
Tto hanbeon neoreur segyeodo nae maeumi neomu baraeseo
Ijen saranghandaneun geumari jeom jeomdeo himi haejyeoga..

Apeumi gasijir anha, dasi myeocbeoneur chamabwado
Neo eoptneun haru haruga, neomu himideureo naege neoppuninde....

date Friday, February 5, 2010






Pemeran Go Eun Sung dalam drama Shining Inheritance ini menjadi model iklan Samsung New NX1O Digital Camera. Foto di atas adalah foto terbarunya ketika berlibur dan menikmati keindahan kota Sydney, Australia.. Wow!!!!

source: Newsen, allkpop

date Thursday, February 4, 2010

 

Episode 3...
Check This Out!!!!!!!!!!!!!











credit: sfineee@youtube

date

Jun Se membuat Eun Sung bingung. Ia sedikit memaksa Eun Sung dengan mengatakan agar Eun Sung tidak membawa masalah harta warisan nenek dan juga Hwan ke dalam urusan mereka. Tapi mau gimana lagi, Eun Sung menolaknya. Ia mengatakan bahwa dirinya belum siap untuk menerima laki-laki manapun dihatinya. Mungkin itu akan lama.. Ia tidak bisa mementingkan dirinya dulu sementara Eun Woo belum juga ditemukan. Jun Se menerima alasan Eun Sung. Ia akan tetap menunggu sampai Eun Sung dapat menerimanya.

Sementara Ibu Hwan bercerita masalah itu kepada nenek. Nenek merasa kasihan, melihat Woo Jung yang sedang menangis di dalam kamarnya. Lagi-lagi Woo Jung juga membahas warisan yang jatuh ke tangan gadis yang dipikirnya telah merebut Jun Se darinya.

Eun Sung pulang ke rumah. Menceritakan pada nenek yang sedang duduk di teras bahwa rumah makannya akan mengadakan 30th anniversary. Belum selesai Eun Sung bicara, nenek menyuruh Eun Sung untuk segera masuk ke dalam rumah.
Di dalam, Ibu Hwan langsung mengintrogasi Eun Sung. Mengatakan bahwa Eun Sung begitu murahan dengan merebut Jun Se dari tangan Woo Jung. Woo Jung pun demikian. Ia menghina Eun Sung sampai suaranya di dengar oleh Hwan yang sedang berada di kamarnya. Hwan keluar kamar (Berantemnya di depan kamar Hwan sih,, hehe), tiba-tiba menarik Ibu dan Adiknya masuk ke dalam kamar Woo Jung. Hwan mengatakan dengan tegas, “Itu bukanlah salah Eun Sung. Lagipula kau pun sudah ditolak Jun Se. Memangnya di dunia ini tidak ada pria lain selain Jun Se?!” Sementara Eun Sung yang mendengarnya merasa tidak enak dengan kenyataan yang dihadapinya sekarang.

Di tempat lain, Jun Se dimarahi habis-habisan oleh sang Ayah karena membuat keluarga Hwan kecewa dengan dirinya yang pergi bersama dengan Eun Sung. Jun Se menelepon Eun Sung yang juga sedang kebingungan dengan permasalahan yang ada. Ia meminta maaf pada Eun Sung karena dirinya sudah salah mengajak gadis itu ke apartemennya.

Pagi itu, Eun Sung dihadapkan dengan sikap dingin keluarga Hwan, tak terkecuali nenek yang juga membela cucunya. Maka Eun Sung memutuskan untuk pergi bekerja lebih dulu dengan alasan bahwa dirinya harus menyelesaikan sesuatu terlebih dahulu. Membuat Hwan jadi kesepian saat menunggu Bus di Halte..

Di rumah makan, dilakukan penulisan kritik dan saran untuk seluruh karyawan. Hwan mulai menulis satu persatu kritiknya di atap lantai atas. Saat memikirkan apa yang akan ditulisnya untuk Eun Sung, Hwan melihat di bawah sana ada Eun Sung yang juga sedang menulis kritik dan saran itu.
Setelah itu, Eun Sung dan Hwan kembali menempelkan kertas brosur di tempat-tempat umum. Saat Eun Sung tengah memegangi kertas brosur itu untuk di tempelnya, Hwan tidak becus untuk menggunting selotip sama sekali. Ia meminta Hwan saja yang memegangi kertas itu sementara dirinya merekatkan selotip pada sisi-sisi kertas brosur. Begitu Eun Sung masuk ke dalam kedua tangan Hwan, Hwan pun jadi salah tingkah lagi. Padahal jelas-jelas Eun Sung sudah selesai menempelkan selotip, namun Hwan masih saja memegangi kertas itu. Hehehe..
Jun Se mendatangi rumah nenek untuk bertemu dengan Woo Jung yang hari itu tidak masuk kerja. Ia mengatakan pada Woo Jung bahwa dirinya menyukai Eun Sung. Ia juga hanya menganggap Woo Jung tidak lebih dari seorang adik yang lucu. Akhirnya Woo Jung mau menerima penjelasan Jun Se.

Kembali ke rumah makan,, kepala toko membagikan kartu-kartu kritik dan saran untuk para karyawannya. Hwan melihat kartu-kartu untuknya yang berisi tentang pujian dan juga kritik. Salah satunya, Hwan mendapati satu kartu bertuliskan “Walaupun sikapmu tidak bagus, tapi kau sebenarnya orang yang baik kok”.. Hwan bingung, “Siapa yang menulis ini?”

Saat hendak pulang, Hwan melihat Eun Sung yang sedang menyendiri di Halte Bus. Alhasil Hwan sendirian naik Bus. Memperhatikan Eun Sung yang terlihat sedang sedih.
Jun Se menelepon, menanyakan keberadaan Eun Sung. Eun Sung berbohong, mengatakan bahwa sekarang dirinya sedang sibuk menempelkan kertas brosur seperti biasa. Tiba-tiba, dibelakan Eun Sung sudah ada Jun Se yang keluar dari mobil. Bertanya pada gadis itu mengapa dirinya berbohong. Jun Se mengatakan bahwa permasalahan itu bukan merupakan salah Eun Sung. Ia meminta maaf, karena dirinya, Eun Sung jadi merasa bersalah.

Eun Sung menelepon ke rumah nenek. Ibu Hwan yang mendengar sendiri bahwa Eun Sung akan menginap dirumah temannya. Saat Ibu Hwan membertitahukan kabar itu, Hwan jelas kaget. Sementara nenek mengingat ketika dirinya masih tinggal bersama Eun Sung yang saat itu mengatakan bahwa dirinya akan terus tinggal bersama nenek, jika nenek selalu baik kepadanya.

Dikamarnya, Hwan masih memikirkan kartu yang bertuliskan bahwa dirinya adalah orang yang baik. Saat mengambil buku notes milik Eun Sung yang disimpan olehnya, Hwan tertegun. Melihat ada kesamaan bentuk tulisan di kartu dan di buku notes tersebut…  

Esoknya, Hwan mengajak Eun Sung untuk kembali menyebarkan brosur-brosur. Kali ini dirinya sendiri yang menawarkan acara itu kepada para nenek untuk ikut berpartisipasi. Semua nenek senang mendengarnya. Namun  Hwan sedikit bercanda, “Tapi kalian tidak boleh datang.” Nenek-nenek bingung, “Lho, mengapa?” Hwan menjawab, “Karena nenek terlihat masih 40 tahunan.” Wkwkwk.. Semua nenek tertawa, mengangan-angankan bahwa mereka ingin mempunyai cucu seperti Hwan. Sementara Eun Sung ikut senang melihat sikap ramah Hwan kepada para nenek yang seperti itu.
 
Eun Sung menemui nenek Hwan, berniat untuk benar-benar keluar dari rumah. Namun nenek tidak menyetujuinya. Ia mengatakan bahwa Eun Sung sudah ikut bersama dirinya, tidak dapat pergi begitu saja untuk saat ini.

Di lain tempat, Ayah Eun Sung kebingungan karena tiba-tiba email Eun Sung tidak bisa dibuka. Bertanya pada orang disebelahnya, ternyata account email itu sudah tidak terpakai, ditutup oleh Seung Mi.

Hari perayaan 30th Anniversary dimulai. Semua karyawan sibuk menata ruangan. Tak terkecuali Seung Mi, Jun Se dan Hye Ri yang ikut membantu mereka..
Begitu acara selesai, Hwan yang sedang sibuk membersihkan meja, melihat Eun Sung yang membawa banyak tumpukan mangkuk. Hwan mencoba menghampiri Eun Sung untuk ditolongnya. Sayangnya, Jun Se datang membantu Eun Sung lebih dulu. Seung Mi yang juga melihat kejadian itu, merasa prihatin dengan raut wajah Hwan yang kecewa.

Eun Sung pergi ke atap lantai atas untuk beristirahat di atas bangku. Di saat yang sama Hwan datang dan melihat Eun Sung yang sedang tertidur dengan kaki menekuk. Merasa tidak tega dengan gadis itu, Hwan membawa bangku tambahan untuk meluruskan kaki Eun Sung. Ia juga meletakkan pohon di samping wajah Eun Sung agar dapat melindunginya dari terik matahari. Tiba-tiba Jun Se datang membawa minuman untuk Eun Sung. Kaget melihat adegan itu sampai membuat minuman yang dibawanya hampir jatuh.
Eun Sung terbangun dari tidurnya. Bingung melihat diatas kepalanya terdapat pohon itu. Ia bergegas masuk ke dalam rumah makan dan mengumumkan kepada seluruh karyawan bahwa pendapatan rumah makan itu cukup besar. Kepala toko mengajak seluruh karyawan untuk merayakan keberhasilan mereka dengan makan-makan dan menyanyi ditempat karaoke.
Saat Eun Sung menemani Jun Se menyanyi (Lebih tepatnya sambil pegangan tangan), Hwan melihat mereka dengan penuh perasaan cemburu. Tidak mau kalah dari mereka, Hwan pun mengajak Seung Mi untuk menemaninya bernyanyi.
 
Namun, Tatapan Hwan terus menerus tertuju pada Eun Sung yang sedang berbicara dengan Jun Se. Eun Sung pun melakukan hal yang sama. Mencuri-curi pandang kearah Hwan yang sedang bernyanyi..

Keluar dari ruangan, Hwan melihat Jun Se yang sedang berbicara di telepon. Tiba-tiba Hwan marah kepada Jun Se tanpa alasan yang jelas. Jun Se bingung, “Kenapa? Kau marah karena Eun Sung?” Hwan semakin kesal, menonjok laki-laki itu dan mengatakan bahwa dirinya memang marah kepada Jun Se karena Eun Sung. Padahal, dibelakang mereka ada Seung Mi yang mendengar dan melihat kejadian itu dengan jelas…

(Asik,, Hwan dah mulai jujur kalo dia suka sama Eun Sung)..^^

date

Kaget melihat foto itu, Hwan mengajak Seung Mi yang baru datang ke sebuah taman. Marah pada gadis itu karena tidak memberitahukan hubungannya dengan Eun Sung. Seung Mi bingung. Hwan memperlihatkan foto keluarga itu kepada Seung Mi. Seung Mi bertanya, “Kau dapat dari mana foto ini?” Hwan mengatakan bahwa dirinya mendapatkan foto itu dari tas Seung Mi. Seung Mi mencoba menjelaskan. Berbohong pada Hwan bahwa Eun Sung sendiri yang ingin keluar dari rumah saat sang Ayah meninggal. Ia juga mengatakan bahwa ibunya telah menawarkan rumah baru untuk Eun Sung, tetapi ditolaknya. Yang lebih parahnya lagi, Seung Mi menjelaskan bahwa Eun Sung-lah yang meminta dirinya dan ibunya untuk pura-pura tidak mengenalinya saat bertemu di tempat lain (Ih tega amat ni Seung Mi jadi kyk ibunya. Bohong melulu). Sementara Hwan kaget mendengarnya. Merasa tidak yakin dengan Eun Sung yang telah melakukan hal seperti itu.

Di tempat lain, Jun Se yang tengah bersama dengan Eun Sung sedang pergi mengendarai sepeda untuk menenangkan hati Jun Se yang sedang sedih. Ia juga sempat bercerita pada Eun Sung bahwa Ayah Hwan telah meninggal saat Hwan masih kecil. Kejadian itu juga hanyalah Hwan sendiri yang mengetahuinya. Yang membuat Hwan tidak dapat berbicara selama 3 bulan dan tidak pernah menceritakan kejadian itu dengan alasan bahwa dirinya telah lupa. Dengan begitu, Eun Sung baru mengetahui bahwa orang seperti Hwan juga mempunyai masalah yang lebih berat dari dirinya.

Ibu Seung Mi datang menemui Ayah Jun Se. Memberikan pakaian kepada pria itu karena telah mengizinkannya untuk menawarkan dirinya membantu Ayah Jun Se untuk membeli pakaian. Mereka kembali membicarakan masalah harta warisan. Ayah Jun Se mengatakan bahwa di dalam hukum yang berlaku, orang lain tidak dapat menerima seluruh harta warisan dari seseorang. Dengan begitu, Ibu Seung Mi sedikit lega mendengarnya.

Sementara itu, Hwan mengingat perkataan Seung Mi yang membuatnya bingung terhadap Eun Sung. Ia juga kembali mengingat ketika Eun Sung menelepon seseorang dengan menyebut nama Seung Mi. Hwan bimbang,, saat dirinya sudah mencoba berbuat baik pada Eun Sung, dirinya malah mendapat kabar buruk itu dari Seung Mi.
Saat bertemu Eun Sung, Hwan pun tidak memperdulikan keberadaan gadis itu. Di tambah lagi saat melihat Eun Sung yang juga bergegas ke kamar mandi, Hwan malah kembali masuk ke dalam kamarnya. Membuat Eun Sung bingung, “Ada apa lagi dengan orang ini?”

Dikamarnya, Seung Mi memasang gantungan kucing yang dibelikan Hwan pada Hp-nya. Saat sang Ibu masuk ke dalam kamarnya, Seung Mi bercerita bahwa Hwan telah menemukan foto keluarga mereka di tas miliknya. Ibu Seung Mi kaget, mereka saling menyalahkan satu sama lain.

Jam 6 pagi Hwan sudah bangun dari tidurnya. Keluar rumah untuk menghirup udara di pagi hari, Hwan melihat sang nenek yang sedang berolahraga. Hwan mencoba berbasa-basi kepada neneknya. Ia bertanya mengenai bagaimana bisa nenek ditolong oleh Eun Sung. Nenek memulai ceritanya. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak ditolong oleh satu orang lain saat dirinya di copet. Nenek juga sempat terluka dan hilang ingatan, hanya Eun Sung-lah yang datang dan membawanya ke rumah sakit. Eun Sung juga membiarkan dirinya untuk tinggal dirumahnya walaupun Eun Sung sedang dalam keadaan susah. Mendengar penjelasan sang nenek, Hwan sangat kaget. Nenek berkata lain, mengatakan bahwa jika dirinya ditemukan oleh keluarganya sendiri, maka semuanya akan berharap agar nenek cepat meninggal supaya bisa menikmati harta warisan nenek. Hwan marah, tidak terima bahwa dirinya di anggap tidak memperdulikan sang nenek..

Di rumah makan, akan diselenggarakan acara untuk merayakan 30th Anniversary. Dimana akan banyak makanan gratis untuk para orang tua yang berusia lanjut sekitar 65 tahun. Eun Sung kebagian tugas untuk membagikan brosur bersama Hwan. Awalnya Hwan malas, tetapi Eun Sung meledeknya, “Belum mulai saja mengapa sudah malas?!”
Hwan ikut bersama Eun Sung menemui para orang tua. Ia hanya menemani Eun Sung yang mengajak para orang tua untuk datang ke rumah makan. Eun Sung mengatakan bahwa hari minggu mereka harus datang kesana, akan banyak makanan enak dan gratis yang akan membuat mereka senang.
 
Setelah itu, Eun Sung meminta Hwan untuk ikut masuk ke tempat lain dengan sekedar mengucapkan salam. Hwan merasa mampu melakukan yang lebih dari itu. Ia  menawarkan brosur itu kepada bapak-bapak namun sayangnya ditolak oleh orang tersebut.

Ibu Seung Mi berkunjung ke rumah nenek untuk menemui Ibu Hwan. Mempunyai ide agar Ibu Hwan menikahkan Woo Jung dengan Jun Se agar dapat mengagalkan keinginan nenek untuk memberikan seluruh harta warisannya kepada Eun Sung. Ia menyetujui rencana itu dengan menemui Ayah Jun Se. Saat mendengar bahwa Jun Se tidak mempunyai pacar, Ibu Hwan sangat senang mendengarnya.

Sementara itu, Hwan dan Eun Sung malah bertengkar. Hwan mengingat kembali perkataan Seung Mi. Hwan bertanya, “Sebenarnya kau itu memiliki berapa kepribadian sih??” Eun Sung bingung. Marah dengan perkataan Hwan yang merasa bahwa dirinya selalu jelek di mata laki-laki itu.
Bergegas meninggalkan Hwan, Temannya (Teman dekat Seung Mi) datang dan membicarakan masalah harta warisan nenek Hwan yang jatuh ke tangan Eun Sung. Temannya membela Seung Mi (Dikiranya pacar Hwan terus!!). Namun Eun Sung dapat menanggapinya dengan santai.

Pulang ke rumah, Ibu Hwan menceritakan keinginannya untuk menikahi Woo Jung dengan Jun Se. Woo Jung tentu senang mendengarnya. Ibu Hwan datang menemui nenek untuk mengusulkan rencana itu. Nenek setuju, tidak ada salahnya membahagiakan cucunya untuk menikah dengan Jun Se.

Hwan mendatangi kafe temannya sambil memikirkan masalah Seung Mi dan Eun Sung. Hwan bertanya pada temannya, “Menurutmu, adakah kemungkinan jika Seung Mi berbohong?” Teman Hwan mengatakan bahwa Seung Mi merupakan gadis yang baik dan polos, tetapi sebenarnya hanyalah Hwan yang mengetahuinya karena telah mengenal gadis itu sejak lama. Mendengar jawaban itu, Hwan semakin bingung. Merasa bahwa Eun Sung juga bukanlah orang yang suka berbohong. Tiba-tiba ia menghampiri Eun Woo yang sedang bermain rubik. Bertanya mengenai Eun Woo yang bisa bermain piano, Eun Woo tidak menjawab. Saat Hwan mencoba memainkan piano tersebut, Eun Woo marah dan langsung dicegah oleh teman Hwan. Teman Hwan mengatakan bahwa Eun Woo mengidap autisme tetapi dapat bermain piano dengan bagus. Hwan bergumam, teringat suatu cerita yang mengatakan bahwa adik Eun Sung juga seperti itu.

Tiba di teras rumah, Hwan teringat akan Seung Mi. Ia mencoba menelepon gadis itu agar Seung Mi tidak khawatir dengan Hwan yang mempercayainya ucapannya atau tidak. Di dalam rumah, Ibu dan adiknya memberitahukan pada Hwan bahwa Woo Jung akan jadi menikah dengan Jun Se. Namun Hwan teringat akan Eun Sung yang dekat dengan Jun Se.. Mereka juga mengatakan bahwa menikah dengan Jun Se termasuk penjagaan agar harta warisan nenek tidak seluruhnya jatuh ke tangan Eun Sung.

Di lain tempat, Ayah Eun Sung menerima email dari Eun Sung (aka Seung Mi). Disitu tertulis bahwa Eun Sung baik-baik saja di tempatnya yang baru. Seung Mi yang mengelola email tsb merasa lega setelah mengirim email itu (Bener-bener jadi semakin gak punya hati si Seung Mi).

Hari itu, Hwan yang ingin pergi bekerja, naik Bus terlebih dulu dari Eun Sung. Begitu tersadar ada Bus didepannya, Eun Sung bergegas masuk ke dalam Bus yang penuh dengan penumpang sambil berdiri. Ia terjepit di antara para pria tak dikenal. Hwan yang melihat gadis itu merasa tidak tega. Ia datang dan menarik tangan Eun Sung untuk berdiri dihadapannya agar dapat terhindar dari desakan para penumpang lainnya. (Aih,, So sweat!!!^^).
Eun Sung merasa tidak enak dengan Hwan. Saat turun dari Bus, Eun Sung berusaha meminta maaf pada Hwan yang langsung pergi tanpa menoleh kearah Eun Sung (Ah,, dasar Hwan)..

Ibu Hwan mendatangi Jun Se untuk membicarakan rencananya menikahkan Woo Jung dengan Jun Se. Jun Se menolak. Ia mengatakan bahwa dirinya mempunyai gadis yang ia sukai. Ia juga hanya menganggap Woo Jung tidak lebih dari seorang adik. Ibu Hwan kaget dan kecewa mendengar penuturan laki-laki itu.
Pulang ke rumah, Ibu Hwan menceritakan kabar buruk itu pada Woo Jung. Woo Jung kesal, mencoba mendatangi Jun Se di kafe miliknya untuk bertanya langsung. Sayangnya hari itu Jun Se tidak ada di kafe. Ternyata ia menjemput Eun Sung untuk mengajaknya pergi. Saat itu juga Hwan pun melihat kedekatan mereka lagi.

Jun Se membawa Eun Sung ke apartemennya. Meminta Eun Sung untuk membuat Steak Bimbimbap yang pernah dibuatnya untuk keluarga Hwan. Di saat Jun Se dan Eun Sung menuju apartemen, Woo Jung melihat mereka berdua dengan penuh rasa cemburu.

Dirumah, Hwan dan nenek mendapati Woo Jung yang sedang menangis di pelukan ibunya. Ibunya mengatakan bahwa Woo Jung melihat Jun Se bersama Eun Sung pergi ke apartemen laki-laki itu. Nenek dan Hwan kaget mendengarnya. Hwan menjadi marah (Entah karna cemburu atau marah dengan Jun Se & Eun Sung yang telah menyakiti hati adiknya).
Malam itu, Jun Se mengajak Eun Sung berjalan-jalan sebentar. Tiba-tiba Jun Se mengungkapkan perasaan cintanya terhadap Eun Sung. Eun Sung bingung, kaget mendengar kejujuran laki-laki itu….

date Wednesday, February 3, 2010