Hwan mengatakan bahwa dirinya tidak akan membiarkan Eun Sung mengambil alih harta warisan nenek. Namun Eun Sung tidak pernah menginginkan harta warisan itu. Ia mengatakan bahwa itu merupakan keputusan nenek. Ia harus menjalaninya.

Bertemu dengan kepala toko, Hwan diminta untuk merubah sikapnya yang dingin dan tidak sopan seperti biasanya. Kepala toko meminta agar Hwan tidak sombong seperti ketika Hwan menghinanya kemarin.

Di apartemen, Ibu Seung Mi menerima dua tamu yang pemalas. Dirinya sibuk menyiapkan makanan sementara Ibu Hwan hanya tinggal makan dan juga Woo Jung yang kerjanya Cuma menonton tv. Wkwk..
Woo Jung mengatakan bahwa ia akan tidur bersama Seung Mi. Ibu Seung Mi lupa akan sesuatu. Ia beranjak ke kamar Seung Mi dan juga semua tempat yang memajang foto keluarga untuk menyembunyikannya termasuk foto suaminya, Eun Sung dan Eun Woo.

Malam itu, Seung Mi tidur bersama Woo Jung. Woo Jung bercerita mengenai Jun Se yang dicintainya. Seung Mi mengambil kesempatan untuk menjelek-jelekkan Eun Sung di depan Woo Jung. Ia mengatakan agar Woo Jung melakukan penjagaan yang ketat terhadap Jun Se agar tidak menyukai Eun Sung yang akhir-akhir ini  dekat dengan Jun Se. Woo Jung marah. Ia tidak yakin bahwa Jun Se merupakan pria seperti itu.
Sementara Ibu Seung Mi tidak bisa tidur dikarenakan Ibu Hwan yang sedang mengorok. Wkwk..

Pagi itu, Hwan lari pagi (Ini yang paling ditunggu-tunggu, Hwan udah mulai merubah sikapnya). Hwan berhenti sejenak. Mencoba berlatih mengucapkan ‘selamat datang’ di tempat yang dikiranya sepi. Begitu mengucapkan untuk yang kedua kalinya, dihadapannya sudah berdiri seorang perempuan yang tersenyum kaget melihat perlakuan Hwan (GeeR amat! Wkwk..). Hwan berpura-pura berolahraga untuk menutupi rasa malunya. Hihi..

Ibu Hwan masih mengantuk. Ia mengatakan pada Ibu Seung Mi bahwa tadi malam tidurnya tidak nyenyak. Lho?! Jelas-jelas Ibu Seung Mi yang gak bisa tidur nyenyak.

Kembali pada Hwan yang bersiap-siap untuk berangkat kerja. Mencoba untuk menjadi pelayan yang baik, Hwan kembali berlatih dengan mencoba tersenyum di depan cermin. (Oh, So Sweet!!^^ Lho, aku jadi bener-bener kyk liat Rain!! Wkwk..)

Kembali berkaca, Hwan merasa bajunya terlalu formal untuk pergi bekerja. Dengan mengganti baju yang lebih santai, (tepatnya baju berwarna pink kotak-kotak gitu) ia pergi ke Halte Bus sekaligus berpapasan dengan Eun Sung yang terkaget-kaget melihat penampilan Hwan yang santai, tidak seperti biasanya. Hwan juga memberikan cicilan uang pada Eun Sung karena hutangnya yang dulu pada gadis itu.

Tidak hanya itu yang membuat Eun Sung kaget dengan perubahan yang dilakukan oleh Hwan. Hwan melayani kedua pelanggan yang memesan sup sapi dengan baik. Dengan penuh senyuman tentunya..^^ Alhasil, Hwan menjadi salah tingkah begitu Kepala toko, Eun Sung dan temannya sudah berada dihadapannya sambil terbengong-bengong. Wkwkwk..

Di kamar Ibu Seung Mi, Ibu Hwan melihat-lihat barang-barang Ibu Seung Mi. Aneh dipikirnya, “Mengapa disini tidak ada foto suaminya?”.  Iseng-iseng mencoba menelepon ke rumahnya, ada Butler Pyo yang mengangkatnya dan mengetahui bahwa itu merupakan Ibu Hwan.

Kembali di rumah makan.. kali ini Hwan tidak lagi gengsi untuk makan bersama Kepala toko dan Eung Sung. Eun Sung semakin bingung dengan perubahan sikap Hwan. Ia juga diberikan uang tips oleh Ahjumma (tante-tante) saat memindahkan mobilnya. Selain uang tips, Hwan juga mendapatkan satu pukulan gratis di bokongnya dari si Ahjumma. Bukan hanya Hwan yang kaget, Eun Sung yang melihat kejadian itu juga ikut kaget. Namun Eun Sung tersenyum melihat Hwan yang sedikit demi sedikit sikapnya mulai berubah.

Selesai bekerja, Seung Mi menunggu Hwan untuk ke apartemennya, menjemput Ibu dan adik Hwan pulang ke rumah. Di saat yang sama, Eun Sung keluar dari rumah makan dan menyapa Seung Mi lalu pergi. Hwan melihat kearah Eun Sung. Seung Mi mengatakan agar Hwan tidak mendekati Eun Sung jika membenci gadis itu.

Di apartemen, Ibu Seung Mi melihat Ibu Hwan yang lagi enak-enakan santai. Ibu Hwan mengatkan bahwa dirinya bosan. Tiba-tiba ada suara Hwan dan Seung Mi yang datang, masuk ke kamar gadis itu. Hwan melihat foto-foto yang terpajang di meja. Foto ketika dirinya dan Seung Mi saat masih SMA yang ternyata masih disimpan. Tiba-tiba Woo Jung datang dan ingin membereskan barang-barangnya untuk pulang, menyuruh Hwan agar menunggu diluar. Saat melihat tas yang dibelikan oleh sang kakak, Woo Jung meminta paksa tas itu kepada Seung Mi. Merasa tidak enak pada Woo Jung, Seung Mi memberikan tas itu dengan berat hati. Oh ya,, padahal di dalam tas itu ada foto keluarga mereka yang di selipkan Ibu Seung Mi agar tidak dilihat Woo Jung maupun Ibunya.
Bergegas pulang ke rumah, diantar oleh Ibu Seung Mi. Begitu sampai dirumah, Ibu Seung mI melihat Eun Sung dan mengajaknya untuk bicara sebentar.

Sementara itu, di dalam rumah, nenek marah besar dengan cucu dan menantunya. Nenek benar-benar mengusir mereka karena mereka juga yang seenaknya keluar masuk rumah. Namun Hwan dan Butler Pyo mencoba menenangkan nenek. Hwan meminta agar tidak mengusir mereka dan mencoba memberi kesempatan. Akhirnya nenek mau mendengar perkataan Hwan dan memberikan kesempatan itu pada Woo Jung dan Ibunya.

Hwan mengatakan agar Ibu dan adiknya tidak melakukan perbuatan itu lagi. Saat beranjak dari tempat duduknya, Hwan menyadari bahwa tas yang dibawa Woo Jung merupakan tas yang pernah dibelinya untuk Seung Mi. Hwan marah dan meminta paksa tas itu untuk dikembalikannya pada Seung Mi.

Hari itu, Kepala toko meminta untuk memanggil Eun Sung. Begitu memanggil Eun Sung tidak dengan panggilan ‘Ketua’, Kepala toko marah dan meminta Eun Sung untuk mengajarkan Hwan bagaimana cara memanggil Eun Sung dengan benar. Di lantai paling atas, Eun Sung meminta Hwan untuk mengucapkan kata ‘Ketua’. Begitu mengucapkannya, yang ada Hwan malah memanggil Eun Sung dengan sebutan ‘Tuan’. (Menurut penjelasan sub-nya, kata ‘Ketua & Tuan’ di Korea itu hampir sama tapi cara pengucapannya berbeda. Nah,, Si Hwan ini malah salah ngucapin. Kalo di dubbing gitu rasanya jadi jayus deh kayaknya. Hehehe^^). Eun Sung yang mendengarnya mencoba menahan rasa ingin tertawa. Begitu Hwan mengucapkannya dengan salah lagi, lantas Eun Sung tertawa terbahak-bahak. Hwan bingung, “Apanya yang salah??” Eun Sung menjelaskan bahwa Hwan salah menyebut dirinya Tuan, bukan Ketua. Hwan menatap Eun Sung (Cihuy!!),, begitu melihat Hwan yang sedang menatapnya, Eun Sung pun jadi salah tingkah. Batuk-batuk gitu.. Hehe..
Hwan bertanya pada Eun Sung, “Bukannya kau tidak ingin bicara denganku lagi?” Eun Sung mengingat perkataan kasarnya saat itu kepada Hwan. Ia meminta maaf pada Hwan dan mengakhiri pembelajaran hari tiu.

Di tempat lain, Eun Woo sedang menulis not lagu. Ditanya oleh teman Hwan untuk memilih salah satu hadiah darinya, Eun Woo memilih rubik. Teman Hwan juga mengatakan agar Eun Woo mengenakan topi dan kacamata saat bermain piano.

Seung mI bercerita pada temannya yang juga merupakan teman Eun Sung bahwa Eun Sung merupakan pewaris harta kekayaan nenek Hwan. Temannya ikut marah karena mengira bahwa Seung Mi yang merupakan pacar Hwan malah di khianati oleh Eun Sung yang bukanlah siapa-siapa di keluarga Hwan.

Di kamarnya, Hwan masih terbayang-bayang dengan kecantikan Eun Sung. Hihi..^^
 

Begitu tersadar dari lamunannya, Hwan bergegas keluar kamar. Tak disangka-sangka, di depan pintu sudah ada Eun Sung yang langsung memberikan sejumlah uang padanya untuk keperluannya sehari-hari. Eun Sung juga mengatakan bahwa Hwan tidak perlu membayar hutangnya sekarang. Awalnya Hwan menolak. Karena dipaksa oleh Eun Sung, alhhasil Hwan menerimanya.

Ayah Eun Sung mengirim email pada alamat email yang dikiranya kepunyaan Eun Sung. Padahal jelas-jelas email itu dikelola oleh Seung Mi. Seung Mi menangis, tidak tega dengan cara seperti ini. Ia mengatakan pada ibunya untuk mengakhiri email palsu itu.

Hari itu, Hwan berencana bertemu dengan Seung Mi untuk mengembalikan tas Seung Mi  dan juga sekalian nonton bioskop. Sambil menunggu Seung Mi, Hwan membeli gantungan kucing berwarna merah yang pernha diminta Seung Mi dulu. Begitu dimasukkannya kedalam tas, Hwan menemukan sebuah foto keluarga yang tidak lain adalah foto Seung Mi bersama dengan Eun Sung dan orang tua mereka..

Ps: Maaf yah fotonya Hwan-nya terus.. Seneng banget sih liat dia di episode ini.. Hihi..^^ 

date Sunday, January 31, 2010

3 comments to “Sinopsis Shining Inheritance/Brilliant Legacy Episode 14”

  1. Anonymous
    February 1, 2010 at 9:05 AM

    waaah sinopsisna keren abiss
    episode 15 dst jg dtampilin dwoonk
    udh penasaran bgd neh pgn tau critana,,
    hehe
    tx yaahh

  1. Cix
    February 2, 2010 at 3:37 AM

    Gyahaha.. aku pengen ketwa-ketwa nggak jelas pas liyat si Hwan jadi berubah drastis gitu. Apalgi pas dia lagi mikirin si Eun Seong.
    yang pasti masuk ke episode 20 ini ceritanya jadi tambah seru.

    Apalagi si Hwan charming bgt deh. Kepincut dah ama si Hwan. Eh..eh.. tapi aku rada kepincut juga deh sma Jun Sae. apa lagi pas liyat dia lagi nge-gym gitu di episode 13. Gyahaa.. Cwok nya kelihatan banget. Padahal selama ini aku ngeliat dia kok jadi cowok terlelu kalem ya.. Hhihii.. Luv it!!

  1. Phyp!H
    February 2, 2010 at 3:48 AM

    Mulai dari episode ini seru banget. Banyak adegan romancenya,, walah so sweet banget deh.. Hehe,,^^ aku juga sempet lho kepincut sama Jun Se,, hhe.. Bodynya cowok abis. Wkwkwk..

Leave a Reply: